Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sistem Kemasyarakatan atau Organisasi Sosial Suku Madura: Jejer, Tali Barut, dan Kebersamaan Seperti Saudara

Suku Madura, dengan kekhasannya yang unik dan budayanya yang kaya, telah menciptakan sebuah sistem kemasyarakatan yang patut diacungi jempol. Dalam sistem ini, terdapat keterikatan dalam kebersamaan yang erat, tak terpisahkan dari jejer, tali barut, dan kebersamaan yang seperti saudara.Dalam kehidupan sehari-hari, suku Madura menerapkan sistem jejer. Apa itu jejer? Jejer adalah ketentuan yang mengatur interaksi dan hubungan antara warga masyarakat, yang biasanya terdapat di satu kelompok atau lingkungan tertentu di Madura. Jejer ini berfungsi sebagai pedoman etik dalam bergaul dengan sesama anggota masyarakat Madura.Satu hal yang menarik dari jejer ini adalah adanya tali barut, sebuah kesepakatan yang harus dijunjung oleh setiap individu dalam kelompok. Tali barut ini adalah bentuk kesetiaan dan kepatuhan kepada ketentuan jejer yang telah ditetapkan secara turun-temurun. Tali barut ini diibaratkan sebagai pengikat yang membuat setiap anggota kelompok saling terhubung, saling terjalin dalam ikatan kebersamaan.Dalam sistem ini, hubungan antara sesama anggota masyarakat terjalin erat seperti saudara. Sifat gotong-royong, tolong-menolong, dan kebersamaan dijadikan sebagai landasan utama dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, saat ada anggota masyarakat yang mengalami kesulitan, baik itu dalam hal ekonomi atau hal lainnya, mereka tidak akan merasa sendiri. Dalam waktu singkat, anggota masyarakat akan berkumpul dan saling membantu untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi.Tetapi, kebersamaan dalam suku Madura tidak hanya terjalin di antara sesama anggota masyarakat Madura saja. Masyarakat Madura juga terkenal dengan keramahannya yang memungkinkan hubungan yang baik dengan masyarakat dari suku lain. Sikap saling menghormati dan saling membantu menjadi dasar yang kuat dalam hubungan tersebut. Kebersamaan ini membuktikan bahwa kesatuan dan rasa persaudaraan tidak mengenal batas suku atau agama.Dalam era perkembangan teknologi dan globalisasi seperti sekarang ini, sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial suku Madura tidak boleh dilupakan. Dalam mempertahankan kekhasan dan kekayaan budaya, kebersamaan, jejer, tali barut, dan sikap saling menghormati harus tetap dijunjung dan dijaga. Sebagai bagian dari kekayaan multikultural Indonesia, suku Madura adalah penjaga dan penerus dari sistem kemasyarakatan yang bernafaskan kebersamaan dan persaudaraan.Dengan demikian, kita perlu memberikan apresiasi lebih dalam upaya pelestarian sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial suku Madura. Kebersamaan, jejer, tali barut, dan sikap saling menghormati adalah nilai-nilai yang perlu kita contoh dan terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan berkualitas.

Apa Itu Sistem Kemasyarakatan Suku Madura?

Sistem kemasyarakatan suku Madura mengacu pada struktur sosial, nilai-nilai, dan norma-norma yang dipegang oleh masyarakat Madura. Suku Madura merupakan salah satu suku yang mendiami pulau Madura di Indonesia, dan memiliki kekayaan budaya yang unik.

Struktur Sosial Suku Madura

Struktur sosial suku Madura didasarkan pada sistem patriarki yang kuat, di mana lelaki mendominasi peran dan keputusan dalam keluarga dan masyarakat. Lelaki menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan keluarga dan perlindungan terhadap anggota keluarga. Perempuan biasanya bertanggung jawab atas pekerjaan rumah tangga dan perawatan anak-anak.

Di dalam masyarakat Madura, terdapat sistem kekerabatan yang sangat penting. Ikatan keluarga dianggap sangat kuat dan memainkan peran yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga besar (misalnya, keluarga dengan sepupu atau saudara) menjadi sumber dukungan sosial dan jaringan keamanan bagi anggota keluarga.

Nilai dan Norma-Norma Suku Madura

Suku Madura dikenal dengan prinsip-prinsip kehidupan yang kokoh dan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh masyarakat. Beberapa nilai yang ditekankan dalam masyarakat Madura antara lain keberanian, keteguhan, kejujuran, dan kesetiaan dalam menjaga kehormatan keluarga dan nama baik.

Masyarakat Madura juga memiliki adat istiadat dan norma-norma yang harus diikuti. Norma-norma sosial mengatur berbagai aspek kehidupan, termasuk perkawinan, upacara adat, dan tata cara pergaulan. Penghormatan terhadap orang yang lebih tua dan adat istiadat sangat dijunjung tinggi dalam budaya suku Madura.

Cara Sistem Kemasyarakatan Suku Madura Berjalan

Sistem kemasyarakatan suku Madura dijalankan melalui interaksi antara anggota masyarakat yang didasarkan pada nilai-nilai dan norma-norma yang telah dijelaskan sebelumnya. Keputusan dalam keluarga umumnya diambil oleh kepala keluarga atau suami, setelah mendengar pendapat anggota keluarga yang lain.

Pendidikan dan Upaya Pengembangan Sosial

Pendidikan merupakan hal yang penting dalam suku Madura. Meskipun banyak anak di pedesaan yang tidak melanjutkan pendidikan setinggi mungkin, namun budaya literasi tetap dijunjung tinggi. Program-program pemberdayaan mungkin diberikan oleh pemerintah atau lembaga masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat Madura secara umum.

Pekerjaan dan Mata Pencaharian

Suku Madura mayoritas bekerja sebagai nelayan, petani, atau buruh. Namun, ada juga yang mencari pekerjaan di sektor informal atau bekerja sebagai pedagang. Mata pencaharian yang mereka jalani sangat dipengaruhi oleh geografi serta kondisi ekonomi setempat.

Pada umumnya, suku Madura menganut kehidupan yang sederhana. Mereka hidup dengan mencukupi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal.

Tips Mengenal dan Menyatu dengan Suku Madura

1. Hormati Nilai dan Norma-Norma Suku Madura

Saat berinteraksi dengan suku Madura, penting untuk menghormati nilai-nilai dan norma-norma yang dipegang oleh masyarakat. Jaga sopan santun dan hormati adat istiadat yang ada.

2. Belajar Bahasa Madura

Bahasa Madura merupakan bahasa yang digunakan oleh suku Madura. Belajar bahasa Madura dapat membantu dalam berkomunikasi dengan masyarakat Madura dan membangun hubungan yang lebih baik.

3. Berbaur dengan Masyarakat Madura

Untuk lebih memahami dan menyatu dengan suku Madura, berbaur dengan masyarakat setempat adalah kunci. Ikut serta dalam kegiatan sosial atau kegiatan adat dapat membantu memahami budaya mereka secara lebih mendalam.

2 FAQ yang berbeda akan ditambahkan pada artikel ini:

FAQ 1: Bagaimana Budaya Suku Madura Mempengaruhi Pola Pendidikan Mereka?

Suku Madura memiliki kecenderungan yang tinggi dalam mempertahankan budaya mereka. Hal ini dapat mempengaruhi pola pendidikan mereka, terutama bagi anak-anak di pedesaan. Meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat Madura, masih ada sejumlah anak yang tidak melanjutkan pendidikan setinggi mungkin.

FAQ 2: Apa saja Upacara Adat yang Dilakukan oleh Suku Madura?

Suku Madura memiliki berbagai upacara adat yang dijalankan dalam berbagai tahap kehidupan. Contoh upacara adat yang dilakukan oleh suku Madura antara lain:

- Upacara pernikahan, yang melibatkan berbagai prosesi tradisional termasuk lamaran, pengajian, upacara puncak pernikahan, dan resepsi.

- Upacara kelahiran, yang melibatkan doa-doa dan pemberian nama kepada bayi baru lahir.

- Upacara kematian, yang melibatkan prosesi pemakaman, penghormatan terakhir, dan kenduri setelah kematian.

Kesimpulan

Sistem kemasyarakatan suku Madura didasarkan pada struktur sosial, nilai-nilai, dan norma-norma yang unik. Suku Madura menjunjung tinggi nilai-nilai seperti keberanian, keteguhan, kejujuran, dan kesetiaan dalam menjaga kehormatan keluarga dan nama baik. Interaksi antara anggota masyarakat dijalankan berdasarkan norma-norma sosial dan pilihan yang diambil oleh kepala keluarga.

Untuk mengenal dan menyatu dengan suku Madura, penting untuk menghormati nilai-nilai dan norma-norma yang mereka pegang. Belajar bahasa Madura dan berbaur dengan masyarakat setempat dapat membantu dalam berkomunikasi dan memahami budaya mereka secara lebih baik.

Mari kita bergandengan tangan dalam menghargai keberagaman budaya dan saling belajar dari satu sama lain untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan inklusif.