Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
in feeds

Sejarah Kota Bangkalan Madura: Jejak Terpahat di Negeri Garam

Bangkalan, sebuah kota kecil yang terletak di Pulau Madura, memiliki sejarah yang kaya dan menarik untuk diungkap. Terlepas dari ukurannya yang mungil, kota ini telah menyaksikan perjalanan yang panjang dan jejak-jejak sejarah yang terpahat di bumi Madura.

Selat Madura: Pintu Gerbang Kota Bangkalan

Kota Bangkalan terletak di ujung timur Pulau Madura, yang berbatasan dengan Selat Madura. Lokasi strategis di tepi selat ini membuat kota ini menjadi pintu gerbang utama bagi para pelaut yang berlayar menuju Pulau Jawa. Selat Madura menjadi bukti konkret bahwa Bangkalan telah menjadi pusat perdagangan sejak ribuan tahun yang lalu.

Cikal Bakal Kota Bangkalan: Dongkangan Jayatengah

Dalam sejarahnya, Bangkalan pernah disebut dengan nama Dongkangan Jayatengah. Nama ini terdengar agak unik dan sulit diucapkan, tapi itulah sebutan asli kota ini. Dongkangan Jayatengah adalah sebuah pelabuhan yang sibuk, berkembang di sekitar sekitar abad ke-14 dan ke-15. Keberadaan pelabuhan ini menjadi pusat jalur perdagangan dan banyak perahu dagang singgah di sana.

Raja Bangkalan: Embah Gede Martapura

Tidak bisa membicarakan sejarah Kota Bangkalan tanpa menyebutkan Embah Gede Martapura. Beliau adalah Raja Bangkalan yang memerintah pada abad ke-16. Embah Gede Martapura terkenal sebagai pemimpin yang bijak dan adil. Dalam sejarahnya, beliau juga dipandang sebagai panglima perang yang tangguh, melindungi wilayah Bangkalan dari serbuan musuh.

Dalam Cengkeraman Mataram: Pengaruh Islam Tumbuh di Bangkalan

Seperti kebanyakan wilayah di Indonesia, Islam memainkan peran besar dalam sejarah perkembangan Bangkalan. Pada akhir abad ke-16, kerajaan Islam Mataram menjalin hubungan dengan Bangkalan dan mempengaruhi agama dan budaya di wilayah ini. Menembus cengkeraman Mataram, Islam pun tumbuh dan meluas di kota ini.

Kesultanan dan Pasar Tradisional: Bukti Kekayaan Budaya

Bangkalan kaya akan warisan budaya, salah satunya adalah Kesultanan Bangkalan yang pernah berjaya pada abad ke-18. Kesultanan ini menjadi bukti nyata bahwa Bangkalan adalah pusat kegiatan politik dan ekonomi di Pulau Madura. Pasar tradisional juga menjadi cerminan nyata kekayaan budaya kota ini karena menjadi pusat perdagangan yang menghidupkan perekonomian masyarakat.

Zaman Kolonial: Bangunan Tua yang Menghiasi Kota

Belanda, sebagai kolonial masa lalu, juga menyisakan jejaknya di kota Bangkalan. Bangunan-bangunan tua bergaya arsitektur kolonial masih dapat ditemui di berbagai sudut kota. Jejak tersebut menggambarkan masa lalu yang pernah dijalani oleh kota ini.

Bangkalan Hari Ini: Kota Nelayan dan Garam

Kini, Bangkalan lebih dikenal sebagai kota nelayan dan tempat produksi garam terbesar di Pulau Madura. Meskipun telah melewati banyak gejolak sejarah, kehidupan sehari-hari di kota ini berjalan dengan harmonis. Pemandangan kehidupan nelayan yang pulang pergi dengan perahu tradisionalnya dan sawah garam yang menghijau menciptakan panorama yang tak terlupakan.Dalam perjalanan sejarahnya, Bangkalan Madura telah mengukir namanya. Dari pintu gerbang perdagangan hingga pusat kebudayaan, kota ini telah menjadi saksi bisu dari berbagai peristiwa sejarah. Tak peduli betapa kecilnya kota ini, kekayaan budaya dan sejarah Bangkalan akan selalu mempesona para pengunjung yang datang untuk menyaksikannya.

Apa Itu Kota Bangkalan Madura?

Kota Bangkalan adalah sebuah kota yang terletak di Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini memiliki luas sekitar 738,55 km persegi dan merupakan salah satu dari empat kota di Pulau Madura, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Kota Bangkalan terkenal dengan keindahan alamnya, kekayaan budayanya, dan warisan sejarahnya yang kaya.

Sejarah Kota Bangkalan

Sejarah Kota Bangkalan dapat ditelusuri hingga masa Kesultanan Madura pada abad ke-16. Pada masa itu, Bangkalan adalah salah satu kerajaan yang tergabung dalam Kesultanan Madura yang dipimpin oleh seorang Bupati atau juga disebut Raja Madura. Bangkalan diperintah oleh Raja Kusumadiningrat yang merupakan keturunan Raja Madura ke-16.

Pada masa penjajahan Belanda, Kota Bangkalan menjadi pusat ekonomi dan administrasi di Pulau Madura. Bangkalan menjadi tempat tinggal bagi Belanda dan terdapat banyak bangunan kolonial yang masih bertahan hingga saat ini. Pada tanggal 9 April 1942, Kota Bangkalan dijadikan sebagai ibu kota Kabupaten Bangkalan yang dipimpin oleh seorang bupati.

Cara Menuju Kota Bangkalan Madura

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menuju ke Kota Bangkalan Madura. Salah satunya adalah dengan menggunakan pesawat terbang. Bandara terdekat dari Kota Bangkalan adalah Bandara Internasional Juanda di Surabaya. Setelah sampai di bandara, Anda dapat menggunakan transportasi darat seperti taksi atau bus menuju Pelabuhan Tanjung Perak dan melanjutkan perjalanan menggunakan kapal feri menuju pelabuhan Kamal di Bangkalan. Perjalanan ini biasanya memakan waktu sekitar 2 jam.

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan transportasi darat seperti bis atau mobil pribadi. Dari Surabaya, Anda dapat menggunakan Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Madura. Setelah melewati Jembatan Suramadu, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke Kota Bangkalan melalui Jalan Raya Bangkalan.

Tips Liburan di Kota Bangkalan Madura

1. Kunjungi Pantai Lombang

Pantai Lombang merupakan salah satu pantai terindah di Kota Bangkalan Madura. Di sini Anda dapat menikmati keindahan pantai yang masih alami, berjalan-jalan di sepanjang garis pantai yang berpasir putih, dan menikmati sunset yang spektakuler. Pantai Lombang juga menjadi tempat berkumpulnya para pemancing lokal, sehingga Anda dapat mencoba memancing dan menikmati hasil tangkapan Anda.

2. Jelajahi Pulau Giliyang

Pulau Giliyang adalah sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah utara Kota Bangkalan. Pulau ini dikenal dengan keindahan pesisirnya yang masih alami. Anda dapat berkeliling pulau dengan perahu tradisional dan menjelajahi terumbu karang yang indah. Jangan lupa untuk membawa perlengkapan menyelam, karena Pulau Giliyang juga menjadi tempat yang ideal untuk snorkeling dan menyelam.

3. Kunjungi Benteng Ujung

Benteng Ujung adalah salah satu benteng peninggalan Belanda yang terletak di Kota Bangkalan. Benteng ini dibangun pada tahun 1749 dan digunakan sebagai pusat administrasi dan pertahanan kolonial. Saat ini, benteng ini telah direnovasi dan dijadikan sebagai objek wisata sejarah. Anda dapat melihat berbagai artefak sejarah, menjelajahi ruang bawah tanah yang terhubung dengan benteng, dan menikmati pemandangan indah dari atas benteng.

Kelebihan Kota Bangkalan Madura

Kota Bangkalan Madura memiliki banyak kelebihan yang membuatnya menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah keindahan alamnya. Kota ini dikelilingi oleh pantai-pantai indah dengan pasir putih yang mengundang untuk berjemur atau bermain air. Selain itu, Kota Bangkalan juga memiliki taman nasional yang berisi hutan mangrove dan beragam flora dan fauna yang dapat dijelajahi.

Kelebihan lainnya adalah kekayaan budaya dan tradisi yang masih terjaga. Kota Bangkalan adalah pusat budaya Madura dan Anda dapat menemukan berbagai macam kesenian tradisional seperti tari topeng, ketoprak, dan ludruk. Selain itu, juga terdapat berbagai festival dan acara tahunan yang menampilkan kebudayaan Madura yang khas.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Apa makanan khas Kota Bangkalan Madura?

Makanan khas Kota Bangkalan Madura adalah sate kerang. Sate kerang terbuat dari daging kerang yang dilumuri bumbu khas Madura dan dibakar dengan arang. Rasanya sangat gurih dan nikmat. Selain sate kerang, juga terdapat berbagai makanan laut seperti kepiting, udang, dan ikan yang dapat Anda nikmati di Kota Bangkalan.

Apa acara budaya yang dapat dikunjungi di Kota Bangkalan Madura?

Salah satu acara budaya yang dapat dikunjungi di Kota Bangkalan Madura adalah Festival Rebo Wekasan. Festival ini merupakan upacara adat yang diadakan setiap tahun pada tanggal 23 Rejeb dalam penanggalan Jawa. Festival Rebo Wekasan merupakan perayaan syukuran atas panen padi dan juga sebagai bentuk upaya untuk melestarikan budaya Madura.

Kesimpulan

Dengan keindahan alamnya, kekayaan budayanya, dan warisan sejarahnya yang kaya, Kota Bangkalan Madura merupakan destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Anda dapat menikmati pesona pantai, mengunjungi benteng peninggalan Belanda, dan merasakan kehidupan budaya Madura yang unik. Jangan lewatkan pula kesempatan untuk mencoba makanan khas Madura dan mengikuti acara budaya yang diadakan di Kota Bangkalan. Ayo, rencanakan liburan Anda ke Kota Bangkalan Madura sekarang juga!

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang Kota Bangkalan Madura dan rekomendasi tempat wisata di kota ini, kunjungi website resmi Pemerintah Kota Bangkalan atau hubungi Dinas Pariwisata Kota Bangkalan.

Post a Comment for "Sejarah Kota Bangkalan Madura: Jejak Terpahat di Negeri Garam"