Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sejarah Kebudayaan Islam

Sumber Gambar Pixabay.com

Seorang muslim wajib sekali mengetahui sejarah kebudayaan islam singkat ataupun lengkap. Berikut ini rangkuman sejarah kebudayaan islam yang sudah dibagi kedalam 4 bagian agar lebih mudah dalam memahaminya.

A. MASA PRA ISLAM

Sejarah masa lalu, terkhusus pada abad ke-5 dan ke-6 Masehi, dunia hidup dalam kegelapan yang mencekam. Kendati masyarakatnya merasa sangat butuh kepada agama, namun kepercayaan pada masa itu sungguh jauh dari yang namaya kebenaran. Agama yang sebagaimana mestinya melahirkan petunjuk, ketenangan serta keharmonisan, justru berbalik; sehingga yang lahir dari agama pada masa itu adalah kecemasan, kehawatiran, kesesatan dan permusuhan. 

Perlu kita ketahui bahwa al-Qur’an telah mengisyaratkan adanya nabi dan rasul yang diutus ke wilayah arab. Seperti Nabi Hud A.S yang diutus kepada kaum ‘Ad di Hadhramaut, wilayah Yaman. Nabi Shalih A.S diutus kepada kaum Tsamud yang terletak di Hijir, yaitu wilayah yang terletak antara Hijaz dan Tabuk, Saudi Arabia. 

Masyarakat Arab Jahiliyah secara umum tau dan percaya pada Allah SWT, sebagaimana yang telah diajarkan oleh Nabi Ibrahim A.S. Namun dari masa ke masa, sedikit demi sedikit ajaran itu bergeser, berubah dan luntur sehingga mengakibatkan terjadinya salahpaham, sehingga kendati masyarakat Jahiliyah mengagungkan Nabi Ibrahim A.S sebagai leluhurnya dan yang membawa ajaran, namun inti ajaran beliau tersalahpahami. Memang benar mereka masih tetap mengakui adanya Allah SWT dan bahwa Allah adalah Pencipta alam semesta, tetapi hal itu berbeda dengan yang telah diajarkan oleh Nabi Ibrahim A.S dalam substansi dan rinciannya. 

Kondisi politik pada masa Arab pra-Islam dikuasai oleh dua kerajaan besar, yaitu kerajaan Persia dan Romawi. Masing-masing kerajaan memiliki kebudayaan, perdaban, perundang-undangan dan keyakinan yang mereka percaya. 

B. MASA KENABIAN

Masa kenabian dapat digolongkan menjadi dua periode, yakni periode Mekah dan Madinah. Karena di Mekah mendapat gangguan dari kaum Quraisy, Nabi SAW dan sahabat hijrah ke Madinah. Di Madinah, Nabi Muhammad SAW membangun kerajaan Islam dengan masyarakat yang lebih mencerminkan keutamaan dibanding masyarakat Arab masa itu. Berawal dari Madinah, Nabi Muhammad SAW kemudian memperluas wilayah dakwahnya hingga ke seluruh semenajung Arab. 

Periode Makkah (Tahun 601-622 M) 

Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama al-Qur’an. Mayoritas pengikut Nabi Muhammad SAW berasal dari golongan menengah ke bawah, sehingga sering menjadi pusat sasaran berbagai tindakan intimidasi. Nabi Muhammad SAW sendiri terlindungi dari segala macam intimidasi, mengingat status beliau sebagai keponakan Abu Thalib, ketua suku Quraisy pada waktu itu.

Periode Madinah (Tahun 622-632 M)

Nabi Muhammad SAW Bersama 70 keluarga sahabat berhijrah ke Madinah yang dilakukan berangsur dan Nabi Muhammad SAW hijrah terakhir. Adapun program Nabi Muhammad SAW di Kota Madinah adalah Mendirikan Masjid, Pasar, Membentuk Ukhuwwah Islamiyyah antara kaum Muhajirin dan Anshar, Piagam Madinah.

Periode ini (Periode Madinah) ditandai oleh beberapa peristiwa penting. Pertama, Turunnya ayat-ayat Madaniyyah yang syarat dengan Fiqih, disamping ayat Akidah dan Akhlak. Mulai diwajibkan bagi umat islam untuk zakat, puasa dibulan Ramadhan dan Haji serta Umrah. Kedua, Perjanjian Hudaibiyyah (628 M) yang menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW sudah dianggap sebagai pemimpin yang layak diperhitungkan oleh kaum kafir Kota Makkah. Ketiga, Fathul Makkah (630 M) yang dilakukan secara damai, tanpa adanya korban jiwa satu pun.

C. MASA KEKHALIFAHAN

Menurut pendapat Al-Syahrastani (w. 1153 H): “Tidak pernah ada persoalan yang lebih berdarah-darah, kecuali tentang kekhalifahan”. Pada Saat itu, ada beberapa kelompok yang berseteru terkait khalifah (pemimpin) pengganti Rasulullah SAW. Pertama, Kaum Muhajirin, karena satu suku. Kelompok Anshar, karena menyelematkan Islam dari ‘kehamcuran’. Kedua kelompok ini kemudian sepakat untuk membentuk Persekutuan. Kedua, Kaum Legitimis, yang memandang ‘Ali sebagai pihak yang berhak menjadi pemimpin (khalifah). Ketiga, Kelompok aristokrat kaum Quraisy yang dipimpin oleh Bani Umayyah, karena merasa memiliki kewenangan dan kekuatan pada Pra-Islam.

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, kepemimpinan (kekhlifahan) umat muslim dilanjutkan oleh para sahabat yang menjadi pengganti Nabi Muhammad Saw dalam memimpin ummat islam. Empat khalifah pertama dikenal dengan al-Khulafa al-Rasyidun (para pengganti nabi yang mendapatkan bimbingan). Mereka adalah:

Abu Bakar al-Shiddiq (11-13 H / 632-634 M)

Masa Khalifah (kepemimpinan) Abu Bakar al-Shiddiq R.A (632-634 M atau 2 tahun masa pemerintahan). Abu Bakar al-Shiddiq R.A terfokus pada integrasi umat muslim pada masa transisi khalifah, melalui perang terhadap orang yang tidak memiliki loyalitas pada Islam, yaitu kaum murtad, yang Nabi palsu hingga orang-orang yang tidak membayar kewajibannya (zakat).

Umar bin al-Khaththab (13-24 H / 634-644 M)

Masa Khalifah (kepemimpinan) Umar ibn al-Khaththab R.A (634-644 M atau 10 tahun masa pemerintahan). Umar ibn al-Khaththab R.A terfokus pada upaya perluasan wilayah kekuasaan Islam hingga semenajung Arab, bahkan hingga Mesir. Yarussalem ditaklukkan sekitar tahun 638 M, dijadikan sebagai kota suci ketiga setelah Madinah bagi umat muslim. ‘Umar R.A wafat pada tahun 644 M.

Utsman ibn al-‘Affan (24-36 H / 644-656 M)

Masa Khalifah (kepemimpinan)  Utsman ibn ‘Affan (644-656 M atau 12 tahun masa pemerintahan) . Pada 6 tahun pertama, ‘Utsman ibn al-’Affan R.A berposisi sebagai ‘khalifah sejati’, termasuk menghasilkan Mushhaf Utsmani. Pada 6 (enam) tahun terakhir, Utsman R.A berposisi sebagai ‘khalifah bayangan’, dengan mendelegasikan wewenang kepada Marwan. Marwan inilah yang memicu masuknya keluarga Umayyah ke dalam posisi strategis dipemerintahan yang akhirnya membuat umat muslim berontak. Puncaknya adalah pembunuhan terhadap ‘Utsman R.A oleh sesama muslim..

Ali ibn Abi Thalib (36-41 H / 656-661 M). 

Masa Khalifah (kepemimpinan) ‘Ali ibn Abi Thalib R.A (656-661 M atau 6 tahun masa pemerintahan).  ‘Ali ibn Abi Thalib R.A menghadapi krisis politik yang sangat luar biasa. Puncak krisis politik tersebut mengakibatkan terjadinya Perang Jamal dan Perang Shiffin. Khalifah ‘Ali R.A juga memindah ibukota ke Kufah, basis pendukung Khalifah ‘Ali R.A.

D. MASA KEDINASTIAN

Pada masa kedinastian kurang lebih ada 7 dinasti, diantaranya : 

  1. Dinasti Mu’awiyyah Suriah (662-750 M)
  2. Dinasti ‘Abbasiyyah Baghdad (750-1258 M)
  3. Dinasti Mu’awiyyah Andalusia (Spanyol) (705-715 M)
  4. Dinasti Fatimiyah Mesir (909-934 M)
  5. Dinasti Moghul India ( abad ke-16 s.d ke-19)
  6. Dinasti Safawi Persia (907 H / 1501 M)
  7. Dinasti ‘Utsmani Turki (1281-1924 M)

Sekian rangkuman sejarah kebudayaan islam semoga bermafaat dan dapat menambah wawasan anda tetang sejarah kebudayaan islam. Jika pada sejarah kebudayaan islam singkat ini banyak kekeliruan mohon diluruskan.